Pikiran Positif

0
234

Selalu berpikir positif,lihatlah segala sesuatu dari sisi baiknya. “… boleh jadi kamu tidak menyenangisesuatu, padahal itu baikbagimu, dan boleh jadi kamu menyukaisesuatu, padahal itu tidak baikbagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS Al-Baqarah [2]:216).

 

Jika kita mempunyai pikiran burukterhadap seseorang, maka yakinilah bahwa Allah pasti menyimpan sejumlah kebaikandari seseorang tersebut. Berprasangka baik lah selalu kepada Allah, karena “Aku (Allah) sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (HR Abu Hurairah RA).

 

Jika tertimpa musibah, ubahlah pikiran kita bahwa itu BUKAN suatu kesialan, tetapi merupakan suatu ujian. Ujian Allah buat kita bukan untuk diubah. Ujian Allah untuk ditaati. Setiap yang beriman pasti akan diuji. “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan: ‘Kami telah beriman’ dan mereka tidak diuji?” (QS Al-‘Ankabut [29]:2).

 

Resiko ketika salah menyikapinyapun jauh lebih besar daripada ujian kesulitan. Jika salah menyikapinya, kita bisa terjerumus pada berbagai penyakit hati. Ada 5 penyakit hati:

 

  1. Sombong. Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence). Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.

 

Ada 3 tingkatan penyakit sombong:

  • Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat dari orang lain.
  • Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.
  • Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

 

Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruknya tempat bagi orang-orang yang sombong(QS Al-Mu’min [40]:76).

 

  1. ‘Ujub. Kagum kepada diri sendiri, merasa bahwa dirinya lebih (mulia) dan cenderung merendahkan orang lain karena merasa lebih sempurna.

“Tiga perkara yang dapat membinasakan, yaitu: kebakhilan yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ujub seseorang terhadap dirinya(HR Anas bin Malik dari Abu Hurairah no. 1802).

 

  1. Hasad (iri dan dengki). Iri adalah tidak suka jika seseorang mendapatkan kebahagiaan, dan dengki adalah selain tidak suka, Ia juga akan berharap kebahagiaan hilang dari orang tersebut dan berpindah kepadanya.

“Waspadalah terhadap hasad (iri dan dengki), sesungguhnya hasad mengikis pahala-pahalasebagaimana api memakan (membakar) kayu bakar” (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah no. 4905).

 

  1. Riya’. Melakukan ibadah dengan niat supaya ingin dipuji manusia dan tidak berniat beribadah kepada Allah.

Sesungguhnya yang paling aku takutkan dari apa yang aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil.” Maka sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dengan syirik kecil?” Beliau menjawab, “Ar Riya(HR Ahmad no. 27742).

 

  1. Bakhil (kikir). Sifat tidak mau berbagi harta yang dimilikinya, termasuk diantaranya adalah ilmu pengetahuan dan bantuan.

“Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karuniaNya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di leher mereka) pada Hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan” (QS. Ali ‘Imran [3]:180).

 

Salah satu bentuk dari ujian adalah dalam bentuk kesenangan. Bahkan, ujian dalam bentuk kesenangan ini jauh lebih berat daripada ujian kesusahan. “… Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikansebagai cobaan” (QS Al-Anbiya’ [21]:35).

 

Jadi, berpikir lah secara positif,semuanya baik, tidak ada yang buruk.

Sungguh menakjubkan perkaranya orang mukmin. Segala sesuatu yang terjadi padanya, semua merupakan kebaikan.Ini terjadi hanya pada orang mukmin.

  • Jika mendapat sesuatu yang menyenangkan dia bersyukur, maka itu kebaikan
  • Jika mendapat keburukan dia bersabar, maka itu juga kebaikanbaginya

(HR Muslim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here