Prestasi itu sederhana

0
540

Dalam sebuah forum diskusi, sang Moderator tiba-tiba bertanya, “Reza, coba sebutkan satu prestasi apa yang pernah kau capai, yang berkesan dalam kehidupanmu…

Ahh, sebenarnya banyak prestasi yang berkesan buat saya, tapi mungkin buat orang lain diangap biasa-biasa saja, bahkan bisa jadi bahan tertawaan. Kembali ke masa sekolah, SD, SMP, SMA semua orang pasti mengalami apa yang namanya acara pembagian Rapor. Dan lazim, yang boleh mengambil Rapor hanyalah orang tua. Saat-saat seperti itu seharusnya saat-saat yang menyenangkan buat saya, buat semua murid. Mereka akan mendapatkan laporan hasil belajarnya, dan yang lebih berarti mereka bisa ‘memamerkan‘ kepada masing-masing orang tuanya, inilah sekolah saya, ini yang namanya kantin, disana lapangan olah raga, dan itu tuh teman-teman saya yang cerewet dan bandel… dst-nya, dst-nya.

Kesan seperti itu ternyata tidak sering saya dapatkan, ayah terkadang tidak datang ke sekolah karena kesibukan pekerjaannya, atau sedang keluar kota. Ibu pun sama, seringkali kesibukannya membuat tidak sempat datang ke sekolah untuk sebuah moment yang menurut saya perlu. Namun apa boleh dikata, tidak selamanya ayah & ibu bisa datang ke sekolah.

Sejak saat itulah, saya membuka catatan harian, dan saya tulis, “jika kelak saya sudah menjadi seorang ayah, saya akan pastikan setiap acara pengambilan rapor anak-anak, saya ayahnya harus hadir!” “Sesibuk apapun, saya harus sempatkan mengambil rapor anak-anak saya!

Jadi, ketika ditanya apa prestasi yang berkesan dalam hidup saya? Buat saya adalah hal yang sederhana, yaitu mampu mengambil rapor kedua anak-anak saya, tanpa terlewat sekalipun…, dan alhamdulillah itu berlangsung selama 16 tahun, love and proud.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here